Minggu, 01 April 2012

Informasi Biografi: Biografi AA Gym - Biografi Ustadz


Biografi AA Gym
Nama: Yan Gymnastiar
Laki-Laki
Islam
Bandung, Jawa Barat, 29 Januari 1962

Yan Gymnastiar atau yang populer dengan nama KH Abdullah Gymnastiar, lahir di Bandung, Jawa Barat, 29 Januari 1962. Aa Gym, demikian dia juga dipanggil, dikenal sebagai seorang da'i, yang sering tampil di televisi dan menjadi idola masyarakat.

Kyai yang memiliki kemampuan sebagai pilot pesawat ini memiliki ribuan santri di pondoknya, Daarut Tauhid, yang ada di Jawa Barat. Selain pendidikan, Aa juga menggeluti bisnis hotel, rumah produksi, perkebunan dan perdagangan, yang seluruhnya dikelola secara profesional dengan manajemen sesuai syariah (aturan dan hukum) Islam.

Pria yang sering tampil bersorban ini menikah dengan Ninih Muthmainah Muhsin, yang belakangan kemudian sering tampil juga sebagai ustadzah di beberapa stasiun TV. Dari perkawinannya dengan Teh Ninih, demikian ia biasa dipanggil, dikaruniai tujuh orang anak dan menjalani kehidupan damai di lingkungan pondok.

Aa Gym kemudian menikahi janda beranak tiga, bernama Alfarini Edarini. Perkawinan keduanya ini sempat mengundang pemberitaan kontroversial di media.

Aa yang dinilai sangat hormat dengan kaum perempuan, dinilai telah melakukan 'kebohongan' dengan menikahi dua perempuan. Bahkan Teh Nini yang beberapa kali diwawancarai juga merasa keberatan dengan langkah yang diambil oleh Aa Gym, meski kemudian Teh Nini mengaku berusaha untuk ikhlas menjalaninya.

Konon akibat pernikahan kedua Aa Gym ini, popularitas dan ketokohannya mengalami penurunan, bahkan ada kabar kalau para santri di pondoknya memilih pulang kampung.

Berita Terbaru Aa Gym:

Aa Gym Talak Teh Ninih
Dai kondang asal Kota Kembang Bandung, Aa Gym kembali membuat heboh. Aa Gym dikabarkan sudah bercerai secara agama yaitu mentalak 2 istri pertamanya Teh Ninih.

Sebelumnya Aa Gym membuat gempar publik Indonesia dengan menikah seorang janda cantik yang dikenal dengan sapaan Teh Rini pada 2006 lalu. Di akhir 2009, Aa Gym juga sempat dikabarkan telah digugat cerai oleh Teh Ninih pada Oktober 2009.

Saat dikonfirmasi, salah seorang sahabat keluarga Aa Gym, KH Miftah Faridl membenarkan kabar perceraian tersebut.

"Sudah bercerai secara agama," ungkap Miftah kepada wartawan di Bandung, Kamis (30/12/2010) malam.

Namun ketika disinggung kapan tepatnya perceraian itu, Miftah mengaku kurang ingat.

Kabar berawal dari pemberitaan di sebuah majalah Islami. Di pemberitaan tersebut tertulis kalau Teh Ninih telah dicerai oleh Aa Gym.

Kontan hal tersebut mengagetkan Miftah. Dia pun segera mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut ke istri pertama Aa Gym yang telah dinikahi sejak 1987.

"Melalui sms, teh Ninih membenarkan informasi itu," ujar pria yang dikenal sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung itu.

Pernikahan Dai bernama lengkap Abdullah Gymnastiar dengan Hajjah Ninih Muthmainnah dikaruniai tujuh anak. Pada 2006, Aa Gym memutuskan berpoligami dan menikahi mantan anak buahnya di MQ Production, Alfarini Eridani yang akrab disapa Teh Rini.(celebrity.okezone.com)

Tokoh Terkenal: Biografi Kyai Haji Abdurrahman Wahid (Gud Dur)


Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Guru bangsa, reformis, cendekiawan, pemikir, dan pemimpin politik ini menggantikan BJ Habibie sebagai Presiden RI setelah dipilih MPR hasil Pemilu 1999. Dia menjabat Presiden RI dari 20 Oktober 1999 hingga Sidang Istimewa MPR 2001. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil atau "Sang Penakluk", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada anak kiai.


Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara, dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya, KH. Hasyim Asyari, adalah pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, KH Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren.

Ayah Gus Dur, KH Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama pada 1949. Ibunya, Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.

Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda.

Akhir 1949, dia pindah ke Jakarta setelah ayahnya ditunjuk sebagai Menteri Agama. Dia belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari.

Gus Dur juga diajarkan membaca buku non Islam, majalah, dan koran oleh ayahnya untuk memperluas pengetahuannya. Pada April 1953, ayahnya meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.

Pendidikannya berlanjut pada 1954 di Sekolah Menengah Pertama dan tidak naik kelas, tetapi bukan karena persoalan intelektual. Ibunya lalu mengirimnya ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan.

Pada 1957, setelah lulus SMP, dia pindah ke Magelang untuk belajar di Pesantren Tegalrejo. Ia mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat, menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun).

Pada 1959, Gus Dur pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang dan mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai guru dan kepala madrasah. Gus Dur juga menjadi wartawan Horizon dan Majalah Budaya Jaya.

Pada 1963, Wahid menerima beasiswa dari Departemen Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, namun tidak menyelesaikannya karena kekritisan pikirannya.

Gus Dur lalu belajar di Universitas Baghdad. Meskipun awalnya lalai, Gus Dur bisa menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970.

Dia pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya, guna belajar di Universitas Leiden, tetapi kecewa karena pendidikannya di Baghdad kurang diakui di sini. Gus Dur lalu pergi ke Jerman dan Prancis sebelum kembali ke Indonesia pada 1971.

Gus Dur kembali ke Jakarta dan bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat.

LP3ES mendirikan majalah Prisma di mana Gus Dur menjadi salah satu kontributor utamanya dan sering berkeliling pesantren dan madrasah di seluruh Jawa.

Saat inilah dia memprihatinkan kondisi pesantren karena nilai-nilai tradisional pesantren semakin luntur akibat perubahan dan kemiskinan pesantren yang ia lihat.

Dia kemudian batal belajar luar negeri dan lebih memilih mengembangkan pesantren.

Abdurrahman Wahid meneruskan karirnya sebagai jurnalis, menulis untuk Tempo dan Kompas. Artikelnya diterima baik dan mulai mengembangkan reputasi sebagai komentator sosial.

Dengan popularitas itu, ia mendapatkan banyak undangan untuk memberikan kuliah dan seminar, sehingga dia harus pulang-pergi Jakarta dan Jombang.

Pada 1974, Gus Dur mendapat pekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas. Satu tahun kemudian, Gus Dur menambah pekerjaannya dengan menjadi Guru Kitab Al Hikam.

Pada 1977, dia bergabung di Universitas Hasyim Asyari sebagai dekan Fakultas Praktik dan Kepercayaan Islam, dengan mengajar subyek tambahan seperti pedagogi, syariat Islam dan misiologi.

Ia lalu diminta berperan aktif menjalankan NU dan ditolaknya. Namun, Gus Dur akhirnya menerima setelah kakeknya, Bisri Syansuri, membujuknya. Karena mengambil pekerjaan ini, Gus Dur juga memilih pindah dari Jombang ke Jakarta.

Abdurrahman Wahid mendapat pengalaman politik pertamanya pada pemilihan umum legislatif 1982, saat berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP), gabungan empat partai Islam termasuk NU.

Reformasi NU

NU membentuk Tim Tujuh (termasuk Gus Dur) untuk mengerjakan isu reformasi dan membantu menghidupkan kembali NU. Pada 2 Mei 1982, para pejabat tinggi NU bertemu dengan Ketua NU Idham Chalid dan memintanya mengundurkan diri. Namun, pada 6 Mei 1982, Gus Dur menyebut pilihan Idham untuk mundur tidak konstitusionil. Gus Dur mengimbau Idham tidak mundur.

Pada 1983, Soeharto dipilih kembali sebagai presiden untuk masa jabatan keempat oleh MPR dan mulai mengambil langkah menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara. Dari Juni 1983 hingga Oktober 1983, Gus Dur menjadi bagian dari kelompok yang ditugaskan untuk menyiapkan respon NU terhadap isu ini.

Gus Dur lalu menyimpulkan NU harus menerima Pancasila sebagai Ideologi Negara. Untuk lebih menghidupkan kembali NU, dia mengundurkan diri dari PPP dan partai politik agar NU fokus pada masalah sosial.

Pada Musyawarah Nasional NU 1984, Gus Dur dinominasikan sebagai ketua PBNU dan dia menerimanya dengan syarat mendapat wewenang penuh untuk memilih pengurus yang akan bekerja di bawahnya.

Terpilihnya Gus Dur dilihat positif oleh Suharto. Penerimaan Wahid terhadap Pancasila bersamaan dengan citra moderatnya menjadikannya disukai pemerintah. Pada 1987, dia mempertahankan dukungan kepada rezim tersebut dengan mengkritik PPP dalam pemilihan umum legislatif 1987 dan memperkuat Partai Golkar.

Ia menjadi anggota MPR dari Golkar. Meskipun disukai rezim, Gus Dur acap mengkritik pemerintah, diantaranya proyek Waduk Kedung Ombo yang didanai Bank Dunia. Ini merenggangkan hubungannya dengan pemerintah dan Suharto.

Selama masa jabatan pertamanya, Gus Dur fokus mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga menandingi sekolah sekular.

Gus Dur terpilih kembali untuk masa jabatan kedua Ketua PBNU pada Musyawarah Nasional 1989. Saat itu, Soeharto, yang terlibat dalam pertempuran politik dengan ABRI, berusaha menarik simpati Muslim.

Pada Desember 1990, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dibentuk untuk menarik hati intelektual muslim di bawah dukungan Soeharto dan diketuai BJ Habibie. Pada 1991, beberapa anggota ICMI meminta Gus Dur bergabung, tapi ditolaknya karena dianggap sektarian dan hanya membuat Soeharto kian kuat.

Bahkan pada 1991, Gus Dur melawan ICMI dengan membentuk Forum Demokrasi, organisasi terdiri dari 45 intelektual dari berbagai komunitas religius dan sosial. Pada Maret 1992, Gus Dur berencana mengadakan Musyawarah Besar untuk merayakan ulang tahun NU ke-66 dan merencanakan acara itu dihadiri paling sedikit satu juta anggota NU.

Soeharto menghalangi acara tersebut dengan memerintahkan polisi mengusir bus berisi anggota NU begitu tiba di Jakarta. Gus Dur mengirim surat protes kepada Soeharto menyatakan bahwa NU tidak diberi kesempatan menampilkan Islam yang terbuka, adil dan toleran.

Menjelang Musyawarah Nasional 1994, Gus Dur menominasikan diri untuk masa jabatan ketiga. Kali ini Soeharto menentangnya. Para pendukung Soeharto, seperti Habibie dan Harmoko, berkampanye melawan terpilihnya kembali Gus Dur.

Ketika musyawarah nasional diadakan, tempat pemilihan dijaga ketat ABRI, selain usaha menyuap anggota NU untuk tidak memilihnya. Namun, Gus Dur tetap terpilih sebagai ketua NU priode berikutnya.

Selama masa ini, Gus Dur memulai aliansi politik dengan Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Megawati yang popularitasnya tinggi berencana tetap menekan Soeharto.

Gus Dur menasehati Megawati untuk berhati-hati, tapi Megawati mengacuhkannya sampai dia harus membayar mahal ketika pada Juli 1996 markasnya diambilalih pendukung Ketua PDI dukungan pemerintah, Soerjadi.

Pada November 1996, Gus Dur dan Soeharto bertemu pertama kalinya sejak pemilihan kembali Gus Dur sebagai ketua NU. Desember tahun itu juga dia bertemu dengan Amien Rais, anggota ICMI yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

Juli 1997 merupakan awal krisis moneter dimana Soeharto mulai kehilangan kendali atas situasi itu. Gus Dur didorong melakukan gerakan reformasi dengan Megawati dan Amien, namun terkena stroke pada Januari 1998.

Pada 19 Mei 1998, Gus Dur, bersama delapan pemimpin komunitas Muslim, dipanggil Soeharto yang memberikan konsep Komite Reformasi usulannya. Gus Dur dan delapan orang itu menolak bergabung dengan Komite Reformasi.

Amien, yang merupakan oposisi Soeharto paling kritis saat itu, tidak menyukai pandangan moderat Gus Dur terhadap Soeharto. Namun, Soeharto kemudian mundur pada 21 Mei 1998. Wakil Presiden Habibie menjadi presiden menggantikan Soeharto. Salah satu dampak jatuhnya Soeharto adalah lahirnya partai politik baru, dan pada Juni 1998, komunitas NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru.

Baru pada Juli 1998 Gus Dur menanggapi ide itu karena mendirikan partai politik adalah satu-satunya cara untuk melawan Golkar dalam pemilihan umum. Partai itu adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada 7 Februari 1999, PKB resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat presidennya.

Pemilu April 1999, PKB memenangkan 12% suara dengan PDIP memenangkan 33% suara. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya 313 suara.

Semasa pemerintahannya, Gus Dur membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial serta menjadi pemimpin pertama yang memberikan Aceh referendum untuk menentukan otonomi dan bukan kemerdekaan seperti di Timor Timur. Pada 30 Desember 1999, Gus Dur mengunjungi Jayapura dan berhasil meyakinkan pemimpin-pemimpin Papua bahwa ia mendorong penggunaan nama Papua.

Pada Maret 2000, pemerintahan Gus Dur mulai bernegosiasi dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dua bulan kemudian, pemerintah menandatangani nota kesepahaman dengan GAM. Gus Dur juga mengusulkan agar TAP MPRS No. XXIX/MPR/1966 yang melarang Marxisme-Leninisme dicabut.

Ia juga berusaha membuka hubungan diplomatik dengan Israel, sementara dia juga menjadi tokoh pertama yang mereformasi militer dan mengeluarkan militer dari ruang sosial-politik. Muncul dua skandal pada tahun 2000, yaitu skandal Buloggate dan Bruneigate, yang kemudian menjatuhkannya.

Pada Januari 2001, Gus Dur mengumumkan bahwa Tahun Baru Cina (Imlek) menjadi hari libur opsional. Tindakan ini diikuti dengan pencabutan larangan penggunaan huruf Tionghoa. Pada 23 Juli 2001, MPR secara resmi memakzulkan Gus Dur dan menggantikannya dengan Megawati Soekarnoputri.

Pada Pemilu April 2004, PKB memperoleh 10.6% suara dan memilih Wahid sebagai calon presiden. Namun, Gus Dur gagal melewati pemeriksaan medis dan KPU menolak memasukannya sebagai kandidat. Gus Dur lalu mendukung Solahuddin yang merupakan pasangan Wiranto. Pada 5 Juli 2004, Wiranto dan Solahuddin kalah dalam pemilu. Di Pilpres putaran dua antara pasangan Yudhoyono-Kalla dengan Megawati-Muzadi, Gus Dur golput.

Agustus 2005, Gus Dur, dalam Koalisi Nusantara Bangkit Bersatu bersama Try Sutrisno, Wiranto, Akbar Tanjung dan Megawati mengkritik kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, terutama dalam soal pencabutan subsidi BBM.

Kehidupan pribadi

Gus Dur menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat orang anak: Alissa Qotrunnada, Zanubba Ariffah Chafsoh (Yenny), Anita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.

Yenny aktif berpolitik di PKB dan saat ini adalah Direktur The Wahid Institute.

Gus Dur wafat, hari Rabu, 30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkosumo, Jakarta, pukul 18.45 akibat berbagai komplikasi penyakit, diantarnya jantung dan gangguan ginjal yang dideritanya sejak lama.

Sebelum wafat dia harus menjalani cuci darah rutin. Seminggu sebelum dipindahkan ke Jakarta ia sempat dirawat di Surabaya usai mengadakan perjalanan di Jawa Timur.

Penghargaan

Pada 1993, Gus Dur menerima Ramon Magsaysay Award, penghargaan cukup prestisius untuk kategori kepemimpinan sosial.

Dia ditahbiskan sebagai "Bapak Tionghoa" oleh beberapa tokoh Tionghoa Semarang di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, pada 10 Maret 2004.

Pada 11 Agustus 2006, Gadis Arivia dan Gus Dur mendapatkan Tasrif Award-AJI sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006. Gus Dur dan Gadis dinilai memiliki semangat, visi, dan komitmen dalam memperjuangkan kebebasan berekpresi, persamaan hak, semangat keberagaman, dan demokrasi di Indonesia.

Ia mendapat penghargaan dari Simon Wiethemthal Center, sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan HAM karena dianggap sebagai salah satu tokoh yang peduli persoalan HAM.

Gus Dur memperoleh penghargaan dari Mebal Valor yang berkantor di Los Angeles karena Wahid dinilai memiliki keberanian membela kaum minoritas.

Dia juga memperoleh penghargaan dari Universitas Temple dan namanya diabadikan sebagai nama kelompok studi Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study.

Gus Dur memperoleh banyak gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dari berbagai lebaga pendidikan, yaitu:

- Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari Netanya University, Israel (2003)

- Doktor Kehormatan bidang Hukum dari Konkuk University, Seoul, Korea Selatan (2003)

- Doktor Kehormatan dari Sun Moon University, Seoul, Korea Selatan (2003)

- Doktor Kehormatan dari Soka Gakkai University, Tokyo, Jepang (2002)

- Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum dari Thammasat University, Bangkok, Thailand (2000)

- Doktor Kehormatan dari Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand (2000)

- Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, dan Ilmu Humaniora dari Pantheon Sorborne University, Paris, Perancis (2000)

- Doktor Kehormatan dari Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand (2000)

- Doktor Kehormatan dari Twente University, Belanda (2000)

- Doktor Kehormatan dari Jawaharlal Nehru University, India (2000)

Referensi :

- http://www.antaranews.com/berita/1262186533/biografi-gus-dur


------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Biografi Tokoh: Biografi Lee Hendrie


Biografi Lee Hendrie 
Andrew Lee Hendrie atau yang lebih dikenal dengan nama Lee Hendrie lahir pada tanggal 18 Mei 1977 di Birmingham, Inggris. Dia merupakan mantan pemain sepak bola Inggris yang bermain sebagai gelandang untuk Badung FC di Liga Premier Indonesia. Ia juga bermain untuk U21s Inggris dan memperoleh satu topi penuh untuk Inggris pada tahun 1998.

Lee Hendrie menghabiskan empat belas tahun di Aston Villa dan dikenal sebagai tokoh yang agak kontroversial.

Pada hari Rabu 26 Januari 2011, Bandung FC mengumumkan penandatanganan kontark dengan Hendrie. Hendrie menandatangani kontrak dua tahun untuk memperkuat Bandung FC. Lee Hendrie merupakan pemain pertama dengan pengalaman Liga Premier untuk menandatangani klub di Liga Premier Indonesia. Dia akan mengenakan  nomor 10. Setelah penandatanganan Hendrie menyatakan bahwa "Saya bangga untuk memiliki kesempatan" untuk bermain di Indonesia.

Semoga Biografi Lee Hendrie dapat bermanfaat. Terimakasih.

Informasi Biografi: Biografi Melly Goeslaw - Sang Ratu Soundtrack


Mellyana Goeslaw Hoed, lebih akrab dengan panggilan panggung Melly Goeslaw lahir 7 Januari 1974, Putri tunggal dari pasangan Ersi Sukaesih dan (Alm) Melky Goeslaw serta istri dari Anto Hoed ini telah sukses menciptakan banyak lagu, diantaranya lagu berjudul "Jika" di mana Melly Goeslaw berduet bersama Ari Lasso, kemudian disusul dengan kesuksesannya menciptakan lagu “Menghitung Hari” yang dibawakan oleh Krisdayanti serta lagu “Hati Yang Terpilih” yang dibawakan oleh Rossa, dan langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain itu bersama suaminya dia mendirikan grup mussik Potret.

Melly menganut agama Islam setelah bernikah dengan Anto pada tahun 1995 silam. Kini mereka dikaruniai dua orang anak lelaki. Anak pertama mereka Anakku Lelaki Hoed (Ale) lahir pada 22 Agustus 2000, disusul anak kedua mereka Pria Bernama Hoed (Abe) yang lahir 9 Mei 2003. Selain telah mengorbitkan banyak penyanyi Melly Goeslaw adalah seorang komposer yang sangat hebat, dia mampu menciptakan lagu - lagu yang tidak kalah hebat, seperti dialbum solonya yang pertama "melly" , Melly mengajak Ari Lasso untuk berduet dengannya, dan lagu tersebut berjudul "Jika", lagu itu sukses dipasaran.

setelah 3 tahun fakum dihiburan musik tanah air, Melly Goeslaw mendapat tawaran soundtrack dengan didampingi suaminya, Anto Hoed. Soundtrack pertamanya "Ada Apa Dengan Cinta" yang sudah mendapat sukses besar di Indonesia, dan soundtracknyapun juga terkenal di berbagai negara salah satunya Malaysia, seperti lagu "Ku Bahagia", "Bimbang", "Ada Apa Dengan Cinta ?", Dll,. Setelah kesuksesannya yang besar, Melly Goeslaw mendapat soundtrack lagi yang tidak kalah suksesnya, "Eiffel ... I'm In Love", Melly Goeslaw mampu mengimbangi soundtrack dengan filmnya dengan lagu hits seperti "Pujaanku", "Tak Tahan Lagi", Dll,. Dan setelah 5 tahun tidak membuat album solo (2004), Melly Goeslaw mengeluarkan album solonya yang ke-2 yaitu berjudul "Intuisi", bukan Melly Goeslaw namanya kalau tak ada soundtrack, dialbum itu ada 3 lagu yang dijadikan soundtrack dan single dari album itu juga, seperti "Tentang Dia", "Cinta", dan "Biarkan saja ini mengalir".


Belum lama merilis album solonya yang ke-2, Melly mendapat soundtrack lagi, yang berjudul "Apa Artinya Cinta ?", di soundtrack ini Melly mengajak teman duet lamanya yaitu Ari lasso untuk menjadi teman soundtrack dalam single yang pertama yaitu lagu yang berjudul "Apa Artinya Cinta ?". Dan single keduanya juga tak kalah sukses dengan single pertamanya yaitu "I'm Fallin' In Love". Ditahun berikutnya Melly Goslaw mendapat soundtrack lagi, yaitu film yang sangat fenomenal, "My Heart". Tapi sayangnya Melly Goeslaw tidak ikut bernyanyi, Melly Goeslaw Dan Anto Hoed hanya menjadi konmposer/Pencipta semua lagu yang ada didalamnya, dan singlenya sangat sukses dipasaran yang berjudul "My Heart".

Ditahun berikutnya Melly Goeslaw membuat album solonya yang Ke-3 yaitu berjudul "Mindnsoul", dan merupakan album kumpulan lagu - lagu Melly dialbum sebelumnya, dan album ini mengeluarkan 3 lagu baru dan 3 single yang sukses dipasaran seperti lagu "Let's Dance Together" , "Gantung" , dan "Risau". Tak lama kemudian Melly Goeslaw dan suaminya mendapatkan soundtrack yang berjudul "The Butterfly", singlenya sukses namun sayangnya Melly Goeslaw hanya mengeluarkan satu single saja yaitu, "Butterfly".


1 tahun tanpa soundtrack Melly Goelaw mendapatkan soundtrack lagi yang berjudul "Ketika Cinta Bertasbih", film itu sangat fenomenal dan Melly mengeluarkan single "Ketika Cinta Bertasbih", "Tuhan Beri aku Cinta" dinyanyikan oleh Ayushita, Dan "Menanti Cinta" dinyanyikan oleh Krisdayanti. Ditahun berikutnya Melly Goeslaw mendapatkan 3 Soundtrack sekaligus yaitu "Heart 2 Heart", "Kabayan Jadi Milyuner", Dan "Love Story". Semenjak itu Melly Goeslaw sering disebut dengan julukan ""Si Ratu Soundtrack"" karna telah menggarap kurang lebih 10 Soundtrack dengan suaminya, Anto Hoed.

Referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Melly_Goeslaw

Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com

Tokoh Terkenal: Biografi Steven Spielberg - Sutradara Dan Produser Terbaik Sepanjang Sejarah Perfilman


Steven Spielberg adalah tokoh cinema tersohor asal Amerika Serikat. Anda tentu ingat Jurasic park, sebuah film yang mampu memvisualisasikan imajinasi penonton tentang dinosaurus, makhluk yang telah punah jutaan tahun lalu. Film ini menjadi salah satu karya terbesar Spielberg yang menjadikanya seorang sutradara dan produser film terpopuler di dunia. Bakat, imajinasi dan keluwesannya membuatnya tetap bertahan bahkan menjadi pembuat film tersukses. Spielberg lahir di Cincinnati, Ohio, oleh sebuah keluarga Yahudi. Ibunya bernama Leah Adler seorang pianis dan pemilik restoran , dan ayahnya bernama Arnold Spielberg seorang insinyur listrik yang bekerja di sebuah perusahaan pengembang komputer.

Ia menghabiskan masa kecilnya di Haddon Heights, New Jersey dan Scottsdale, Arizona. Pada masa remaja, Spielberg pernah membuat amatir film 8 mm sebuah film petualangan dengan teman-temannya, sedangkan adik perempuannya menjual popcorn. Pada 1958, ia menjadi anggota Pramuka, setelah memenuhi persyaratan dengan membuat film fotografi 8 mm berjudul The Last Gunfight. sertahun kemudian Spielberg mengatakan kepada pewawancara majalah, " My dad's still-camera was broken, so I asked the scoutmaster if I could tell a story with my father's movie camera. He said yes, and I got an idea to do a Western. I made it and got my merit badge. That was how it all started”.

Sejak usia 12 tahun ia telah memulai karir di dunia perfilman dan telah menghasilkan 8 film amatir. Spielberg mempunyai ketajaman visi membangkitkan minat penonton di seluruh dunia dengan mengangkat cerita-cerita film kuno dipadu keterampilan skenario serta efek yang canggih. Indiana Jonse,the Extra-Terresterial (ET) dan Jurassic Park, Gremlims, Back to Future, dan Who Framed Roger Rabbit penggarapannya begitu sempurna hingga menyajikan tontonan yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Pada usia 13 tahun, Spielberg memenangkan hadiah untuk sebuah film perang berjudul Escape yang berdurasi 40 menit, film yang berceritakan tentang pertempuran di Afrika timur.

Pada tahun 1963, di usia 16, Spielberg menulis dan menyutradarai film independen pertamanya, sebuah science fiction Adventure yang ia sebut firelight (yang kemudian akan mengilhami Close Encounters). Film, yang memiliki anggaran sebesar $ 500, di pertunjukkan di studio miliknya dan menghasilkan laba sebesar $ 1. Ia juga membuat beberapa film Perang Dunia II yang terinspirasi oleh cerita-cerita perang ayahnya.

Setelah orangtuanya bercerai, ia pindah ke Saratoga, California dengan ayahnya. Sedangkan ibu dan tiga saudari perempuannya tetap di Arizona. sekolah Arcadia High School di Phoenix, Arizona selama tiga tahun, Spielberg lulus pada tahun 1965. Selama sekolah Spielberg berhasil mencapai pangkat terbaik atau Eagle Scout. Spielberg muda pernah ke synagoga (Haddon Heights, NJ), sebuah daerah yang dilarang untuk orang Yahudi sebelum Perang Dunia II. Ia belajar di sekolah Ibrani 1953-1957, di kelas diajarkan oleh Rabbi Albert L. Lewis, yang kemudian akan dimonumenkan sebagai karakter utama dalam Mitch Albom's, Have a Little Faith.

Semenjak pertengahan 1980-an Spielberg lebih berperan sebagai produser film. Ia mengepalai tim produksi dari beberapa kartun, seperti Warner Brothers hits Tiny Toon Adventures, Animaniacs, Pinky dan Brain, Toonsylvania, dan Freakazoid, ia bekerja sama dengan Jean MacCurdy dan Tom Ruegger Dan Pada tahun 1993, Spielberg bertindak sebagai produser eksekutif untuk serial televisi Seaquest DSV; seri fiksiilmiah diperankan Roy Scheider danJonathan Brandis mirip dengan Star Trek: The Next Generation yang ditayangkanpada hari Minggu pukul 8.00 WIB. di NBC. Yang di musim pertamanya cukup sukses, musim kedua itu kurang baik. dan pada musim ketiga dibatalkan.

Kehidupan Pribadi

Dari 1985-1989 Spielberg menikah dengan aktris Amy Irving. Pada tahun 1989 mereka bercerai, dan mantan istrinya menerima $ 100 juta. Spielberg kemudian menikah dengan aktris Kate Capshaw, yang dijumpainya ketika kate berperan di film Indiana Jones dan Kuil Doom. Mereka menikah pada tanggal 12 Oktober 1991. Capshaw masuk agama Yahudi Mereka saat ini rumah di Pacific Palisades,California, New York City; Quelle Farm, Georgica Pond di East Hampton, NY; [56] danNaples, Florida. Ada tujuh anak dalam keluarga Spielberg-Capshaw: Jessica Capshaw (lahir 9 Agustus 1976) - putri dari pernikahan sebelumnya Kate Capshaw untuk Robert Capshaw. Max Samuel Spielberg (lahir 13 Juni, 1985) - anak dari pernikahan sebelumnyaSpielberg dengan aktris Amy Irving. Theo Spielberg (lahir 1988) anak yang di adopsi oleh Capshaw sebelum menikah dengan Spielberg, yang kemudian juga mengadopsi Sasha Rebecca Spielberg (lahir 14 Mei 1990, Los Angeles) Sawyer Avery Spielberg (lahir 10 Maret 1992, Los Angeles). Mikaela George (lahir 28 Februari 1996) - diadopsi dengan Kate Capshaw
Destry Allyn Spielberg (lahir 1 Desember 1996).

Penghargaan
Academy Awards:
1978: Best Director (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1982: Best Director (Raiders of the Lost Ark, nominated)
1983: Best Director (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1983: Best Picture (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1986: Best Picture (The Color Purple, nominated)
1987: Irving G. Thalberg Memorial Award (won)
1994: Best Director (Schindler's List, won)
1994: Best Picture (Schindler's List, won)
1999: Best Director (Saving Private Ryan, won)
1999: Best Picture (Saving Private Ryan, nominated)
2006: Best Director (Munich, nominated)
2006: Best Picture (Munich, nominated)
2007: Best Picture (Letters from Iwo Jima, nominated)
BAFTA Awards:
1976: Best Direction (Jaws, nominated)
1979: Best Direction (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1979: Best Screenplay (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1983: Best Direction (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1983: Best Film (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1986: Academy Fellowship (won)
1994: Best Film (Schindler's List, won)
1994: David Lean Award for Direction (Schindler's List, won)
1999: Best Film (Saving Private Ryan, nominated)
1999: David Lean Award for Direction (Saving Private Ryan, nominated)
Cannes Film Festival
1974: Best Screenplay (The Sugarland Express, won)
1974: Golden Palm (The Sugarland Express, nominated)
Critics Choice Awards:
1999: Best Director (Saving Private Ryan, won)
2003: Best Director (Catch Me If You Can and Minority Report, won)
2006: Best Director (Munich, nominated)
Directors Guild of America:
1976: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Jaws, nominated)
1978: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1982: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Raiders of the Lost Ark, nominated)
1983: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1986: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (The Color Purple, won); this was the first time a director won this award without receiving an Oscar nomination for Best Director.
1988: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Empire of the Sun, nominated)
1994: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Schindler's List, won)
1998: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Amistad, nominated)
1999: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Saving Private Ryan, won); this win makes Spielberg the only individual to win this award three times.
2000: The D.W. Griffith Award for Lifetime Achievement
2006: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Munich, nominated)
Golden Globes:
1976: Best Director (Jaws, nominated)
1978: Best Director (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1978: Best Screenplay (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1982: Best Director (Raiders of the Lost Ark, nominated)
1983: Best Picture – Drama (E.T.: The Extra-Terrestrial, won)
1983: Best Director (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1986: Best Director (The Color Purple, nominated)
1994: Best Picture – Drama (Schindler's List, won)
1994: Best Director (Schindler's List, won)
1998: Best Director (Amistad, nominated)
1999: Best Picture – Drama (Saving Private Ryan, won)
1999: Best Director (Saving Private Ryan, won)
2002: Best Director (AI: Artificial Intelligence, nominated)
2006: Best Director (Munich, nominated)
2008: Cecil B. DeMille Award (won)
Hasty Pudding Theatricals:
1983: Man of the Year (won)
2003: Star on the Walk of Fame (won)

NBR Award:
1987: Best Director (Empire of the Sun, won)
2001: Billy Wilder Award (won)
Primetime Emmys:
1986: Outstanding Directing in a Drama Series (Amazing Stories for episode "The Mission", nominated)
1991: Outstanding Animated Program – One Hour or Less (Tiny Toon Adventures for episode "The Looney Beginning", nominated)
1995: Outstanding Animated Program – One Hour or Less (Tiny Toon Adventures: Night Ghoulery, nominated)
1996: Outstanding Animated Program – One Hour or Less (A Pinky & the Brain Christmas Special, won)
2002: Outstanding Non-Fiction Special – Informational (We Stand Alone Together, nominated)
2002: Outstanding Miniseries (Band of Brothers, won)
2003: Outstanding Miniseries (Taken, won)
2006: Outstanding Miniseries (Into the West, nominated)
Producers Guild of America:
1994: Motion Picture Producer of the Year (Schindler's List, won)
1998: Motion Picture Producer of the Year (Amistad, nominated)
1998: Vision Award (Amistad, won)
1999: Motion Picture Producer of the Year (Saving Private Ryan, won)
1999: Milestone Award (won)
2000: PGA Hall of Fame – Motion Pictures (E.T.: The Extra-Terrestrial, won)
2002: Television Producer of the Year – Longform (Band of Brothers, won)
2006: Television Producer of the Year – Longform (Into the West, nominated)

Saturn Awards:
1978: Best Director (Close Encounters of the Third Kind, won); tied with George Lucas for Star Wars
1978: Best Writing (Close Encounters of the Third Kind, won); tied with George Lucas for Star Wars
1982: Best Director (Raiders of the Lost Ark, won)
1983: Best Science Fiction Film (E.T.: The Extra-Terrestrial, won)
1983: Best Director (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1985: Best Director (Indiana Jones and the Temple of Doom, nominated)
1994: Best Science Fiction Film (Jurassic Park, won)
1994: Best Director (Jurassic Park, won)
1994: President's Award (won)
1998: Best Director (The Lost World: Jurassic Park, nominated)
1999: Best Action/Adventure/Thriller Film (Saving Private Ryan, won)
2002: Best Science Fiction Film (AI: Artificial Intelligence, won)
2002: Best Director (AI: Artificial Intelligence, nominated)
2002: Best writing (AI: Artificial Intelligence, won)
2003: Best Science Fiction Film (Minority Report, won)
2003: Best Director (Minority Report, won)
2006: Best Director (War of the Worlds, nominated)
2009: Best Director (Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, nominated)
Venice Film Festival:
1993: Career Golden Lion (won)
2001: Future Film Festival Digital Award (AI: Artificial Intelligence, won)
Writers Guild of America:
1975: Best Comedy Written Directly for the Screen (The Sugarland Express, nominated)
1978: Best Drama Written Directly for the Screen (Close Encounters of the Third Kind, nominated)

Lainnya:
2009 Liberty Medal[135]
2006 Kennedy Center Honors
2001 Knight Commander, Order of the British Empire (Honorary)
2003 Knight Grand Cross Order of Merit of the Italian Republic
1998 Order of Merit of the Federal Republic of Germany

Referensi :

- http://movies-holic.blogspot.com/2011/01/steven-spielberg-bioggrafi.html
- http://www.biografitokohdunia.com/2011/05/biografi-steven-spielberg.html
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kumpulan Biografi: Biografi Nikita Willy


Biografi Nikita Willy

Nama Lengkap: Nikita Purnama WillyNama Populer: Nikita WillyTanggal Lahir: 29 Juni 1994Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia
Profesi: Pemain Sinetron
Nikita Willy dengan nama lengkap Nikita Purnama Willy dilahirkan pada tanggal 29 Juni 1994  di Jakarta. Dia merupakan  aktris pemain sinetron dan Film. Karir awal Nikita Willy dimulai di dunia hiburan  pada usia 7 tahun dengan  bermain sinetron yang berjudul Bulan Bintang. Nikita Willy mulai dikenal publik, saat bermain dalam sinetron Roman Picisan bersama dengan Evan Sanders.
Sinetron-sinetron yang pernah dibintanginya antara lain: Bulan Bintang, Ratu Malu dan Jendral Kecil, Si Cecep, Senyuman Ananda, Habibi dan Habibah, Pengantin Kecil, Setinggi Bintang,  Indahnya KaruniaMu'',  Pacar Pilihan, Roman Picisan, Cookies, Safa dan Marwah, Cinta dan Anugerah, Nikita, MR.Olga (segera di RCTI).
Dia juga pernah bermain FTV diantaranya: Mak Comblang Jatuh Cinta, Ratu Cinta Kilat, Good Boy Vs Good Girl, Cantik Cantik Juragan Ayam, Cinta Rasa Ongol Ongol, Kalau Desi Kesandung Cinta, Pacar Yang Lupa Punya Pacar.
Selain bermain sinetron dan bermain film, Nikita Willy juga eksis sebagai bintang iklan, sebut saja Permen Milton, Citra Body Lotion, Lip ice sheer color, Hers Protex, Sunsilk, Gery Pasta, Pigeon, Choki-Choki, Detergent TOTAL, Holland Bakery, Bank BNI, Bank BII, Wafer Coklat ROMA, dan Gery Chocolatos. Wajar jika di tahun 2010 ini dia berhasil memenangkan ajang bergengsi "Panasonic Gobel Awards 2010" sebagai Aktris Terfavorit.
Sumber: id.wikipedia.com/Nikita_Willy.htm

Biografi Tokoh: Biografi Raffi Ahmad


Biografi Raffi Ahmad 
Nama Lengkap: Raffi Faridz Ahmad
Nama Populer: Raffi Ahmad
Nama Panggilan: Raffi
Tanggal Lahir: 17 Februari 1987
Tempat Lahir: Bandung, Jawa Barat
Zodiak: Aquarius
Pekerjaan: Aktor, Pemain Sinetron, Bintang Iklan, Penyanyi
Kewarganegaraan : Indonesia

Keluarga Raffi Ahmad
Ayah: Munawar Ahmad (alm)
Ibu: Amy Qanita

Raffi Faridz Ahmad lahir pada tanggal 17 Februari 1987 di Kota Bandung Jawa Barat dari pasangan Bapak Munawar Ahmad (alm) dan Ibu Amy Qanita. Raffi Ahmad adalah sosok dari selebriti Indonesia yang bisa tampil di beberapa stasiun televisi dalam sehari bersama dengan sahabat dekatnya Olga Syahputra.
Foto Raffi Ahmad Sebenarnya Raffi Ahmad mengawali karirnya di dunia seni peran, baru kemudian bermain sinetron, bintang iklan, presenter dan penyanyi. Karir Raffi Ahmad sendiri baru mulai melejit setelah dia bermain  dalam sinetron "Senandung Masa Puber" sebuah sinetron yang ditayangkan di Trans TV mulai tahun 2003 hingga tamat tahun 2004, Raffi menjadi pemeran utama bersama Laudya Chintya Bella.

Diakhir tahun 2006, Raffi bersama dengan Laudya Chintya Bella , Chelsea Olivia Wijaya, Dimas Beck dan Ayushita, Mereka adalah   vokal "Bukan Bintang Biasa", yang lebih dikenal dengan sebutan BBB, BBB sendiri dibentuk oleh Mba Melly Goeslaw. Single pertama mereka, "Let's Dance Together" dan lagu tersebut menjadi salah satu lagu yang banyak diminati remaja saat itu. Setelah itu, single ke dua mereka "Bukan Bintang Biasa", lagu ini pun sukses di belantika musik tanah air.

Raffi Ahmad merupakan salah satu artis yang begitu cemerlang dalam karirnya, sukses di dalam dunia seni peran, sukses sebagai penyanyi dan dia pun sukses sebagai presenter. Program acara di salah satu televisi swasta "Dahsyat" dimana Raffi menjadi salah satu presenternya, menjadi salah satu bukti jika dia berhasil dalam dunia presenting.
Raffi Ahmad Kehidupan Asmara Raffi Ahmad
Raffi Ahmad pernah berpacaran dengan Laudya Chintya Bella, Bunga Zainal, Ratna Galih, Tyas Mirasih, Velove Vexia dan terakhir berpacaran dengan Mba Yuni Shara. Setelah putus dengan Mba Yuni, Pacar baru Raffi Ahmad sampai saat penulisan biografinya belum bisa terungkap, siapakah gerangan penggantinya.

Film-film Raffi Ahmad
Ada Hantu di Sekolah (2004), Me vs High Heels (2005), Panggil Namaku Tiga Kali (2005), Bukan Bintang Biasa (2007), Love is Cinta (2007), 40 Hari Bangkitnya Pocong (2008), Liar (2008), Asoy Geboy (2008), Barbie (sebagai sutradara) (2010), Rumah Tanpa Jendela (2011), Virgin 3 (2011), Get Married 3 (2011), Bikers In Love (2012).

Sinetron-sinetron Raffi Ahmad
Tunjuk Satu Bintang, Senandung Masa Puber, Aku Ingin Hidup, Me VS High Heels The Series, Ada Cinta di Lantai 9, Asyiknya Pacaran, Bisikan Dari Atas, Rebut Matahariku, Juragan Jengkol, Olivia, Romantika Remaja, Andai Ku Tahu, Janji Cinta, Dimas Dan Raka, Tarzan Cilik, Baim Anak Sholeh, Buku Harian Baim, Koboi Cabe Rawit, Mendadak Alim, Titip Rindu, Bintang Untuk Baim, Baim Jaim, Arti Sahabat.

Single Raffi Ahmad
Let's Dance Together (Melly Goeslaw feat. BBB), Bukan Bintang Biasa (BBB), Jangan Bilang Tidak (Raffi Ahmad dan Ayushita), Putus Nyambung (BBB), Johan (RaBel), 50 Tahun Lagi (Raffi Ahmad dan Yuni Shara), Cinta Ini (Raffi Ahmad dan Yuni Shara), 1,2,3 (Raffi Ahmad dan Yuni Shara feat. Kevin & Cello), CH2 (Cinta Hati-Hati) (BBB).

Program TV Raffi Ahmad
Akademi Fantasi Indosiar 2006 (Indosiar), Pesta Air (RCTI), Hip Hip Hura (SCTV), Ekspresi (Indosiar), Musik By Request (SCTV), Musik Kolaborasi (SCTV), Dahsyat (RCTI), Kemilau Mandiri Fiesta (RCTI), Dahsyatnya Sahur (RCTI), Rafi Wkwkwk (Global TV), OMG (ANTV), 3 Dekade (Trans TV), Cerita Cinta (MNC TV), Idolaku (RCTI), Sahur Semua Sahuuur (RCTI).

Penghargaan yang Pernah Diraih Raffi Ahmad
SCTV Award 2006 : Aktor Ngetop
Bali International Film Festival 2007 : Best Soundtrack (Ost. Bukan Bintang Biasa)
Indonesia Kids Choice Awards 2009 : Aktor Pria Favorit
Insert 7th Anniversary : The Best Celebrity Couple 2010 (with Yuni Shara)
Awarding Night LA Lights Indie Movie 2011 : Best Movie 'Bikin Film Bareng Artis' (Barbie)

Biodata dan Biografi Raffi Ahmad ini semoga bermanfaat, terimakasih.